Fakta Unik Mengenai Suku Baduy Dalam, Apa Saja Ya?
![]() |
| Sumber : Travellingyuk.com |
Suku Baduy adalah suku yang berasal dari Banten, di mana masyarakatnya sangat menjaga warisan dan tradisi. Suku Baduy terletak di Kabupaten Lebak, Banten.
Suku Baduy dikenal sebagai sukun yang menolak hal-hal yang berkaitan dengan modernisasi. Suku Baduy juga terkenal karena kearifan lokalnya, salah satunya yaitu rumah adat yang terbuat dari kayu dengan dinding yang terbuat dari anyaman bambu, serta atap yang terbuat dari dedaunan.
Selain itu Suku Baduy terbagi menjadi 2 macam yaitu Baduy Luar dan Baduy Dalam. Salah satu perbedaan antara keduanya yaitu dalam penggunaan elektronik, di Baduy Luar Suku Baduy juga terkenal karena kearifan lokalnya, salah satunya yaitu rumah adat yang terbuat dari kayu dengan dinding yang terbuat dari anyaman bambu, serta atap yang terbuat dari dedaunan.sudah banyak masyarakat yang menggunakan peralatan elektronik, sedangkan di Baduy Dalam tidak ada yang menggunakan peralatan elektronik. Populasi Suku Baduy sendiri kurang lebih mencapai 26.000 jiwa.
Suku Baduy juga terkenal karena kearifan lokalnya, salah satunya yaitu rumah adat yang terbuat dari kayu dengan dinding yang terbuat dari anyaman bambu, serta atap yang terbuat dari dedaunan.
Berikut 5 Fakta Unik Mengenai Suku Baduy Dalam
1. Menganut Ajaran Sunda Wiwitan
Sunda Wiwitan merupakan kepercayaan masyarakat Baduy yang menghormati roh nenek moyang (Permana, 2006: 37). Dalam Sunda Wiwitan juga terdapat ibadah puasa yang dilaksanakan selama 3 bulan dalam setahun.
2. Dilarang Menggunakan Kendaraan
Di Baduy Dalam terdapat larangan yaitu tidak boleh menggunakan kendaraan seperti motor bahkan mobil. Sehingga masyarakat selalu berjalan kaki kemana pun.
3. Adanya Larangan Mandi Menggunakan Sabun
Larangan ini tidak hanya berlaku untuk masyarakat atau penduduk Baduy Dalam saja, tetapi berlaku juga untuk wisatawan yang datang. Adanya larangan mandi menggunakan sabun sendiri memiliki alasan yaitu agar lingkungan tetap lestari. Sehingga kegiatan bersih-bersih mereka lakukan dengan bantuan daun dan batu.
4. Adanya Sistem Perjodohan
Anak yang sudah cukup umur untuknmenikah akan dijodohkan, baik dengan cara orang tua dari laki-laki memilih perempuan yang diinginkan untuk anaknya ataupun pasangannya langsung diberikan oleh kepala adat.
5. Larangan Menggunakan Gelas dan Piring
Selain dilarang untuk menggunakan kendaraan dan menggunakan sabun, ada juga larangan menggunakan gelas dan piring. Mereka memanfaatkan sumber daya alam yang ada, mereka membuat bambu panjang sebagai ganti dari gelas dan piring.
Dari Suku Baduy kita dapat mengambil pelajaran yaitu hidup sederhana tidak menghalangi ketenangan hidup. Oleh karena itu, janganlah terlalu menuntut sesuatu dengan berlebihan.
Sumber informasi :
https://www.google.com/amp/s/phinemo.com/10-fakta-suku-baduy-dalam-yang-jarang-orang-tahu/
https://www.google.com/amp/s/m.kumparan.com/amp/andikafauzan/fakta-unik-suku-baduy-dalam-mulai-dari-kepercayaan-sampai-arsitektur-bangunan-1yZqchy18aS
.jpeg)